Waspada Asam Urat: Bukan Hanya Makanan Laut, Ini Pemicu Tersembunyi yang Sering Diabaikan
Asam urat, atau gout, seringkali disalahpahami sebagai penyakit yang hanya disebabkan oleh konsumsi berlebihan makanan laut dan jeroan. Padahal, fenomena nyeri sendi yang menyiksa ini merupakan akibat dari penumpukan kristal asam urat di sendi, yang dipicu oleh kadar purin tinggi dalam darah (hiperurisemia). Penting untuk waspada asam urat karena pemicunya ternyata jauh lebih luas dan mencakup beberapa kebiasaan diet modern yang sering diabaikan. Waspada asam urat harus melibatkan pemahaman komprehensif tentang sumber purin tersembunyi, terutama yang bukan berasal dari protein hewani, agar pencegahan dan pengelolaannya bisa berjalan efektif.
Pemicu Tersembunyi: Sirup Jagung Tinggi Fruktosa dan Alkohol
Meskipun makanan tinggi purin seperti jeroan dan seafood tertentu sudah dikenal sebagai pemicu utama, studi ilmiah modern menyoroti dua pelaku tersembunyi yang tak kalah berbahaya: fruktosa dan alkohol, terutama bir. Fruktosa, khususnya dalam bentuk High Fructose Corn Syrup (HFCS) yang banyak terdapat dalam minuman manis kemasan, jus buah, dan makanan olahan, telah terbukti mempercepat produksi asam urat di hati. Fruktosa dimetabolisme secara unik, yang secara langsung memicu peningkatan kadar asam urat dalam darah.
Alkohol, terutama bir, juga sangat berisiko. Bir mengandung purin dalam jumlah moderat, tetapi yang lebih penting, kandungan etanolnya menghambat kemampuan ginjal untuk mengeluarkan asam urat dari tubuh. Ini menciptakan efek ganda: peningkatan produksi dan penurunan pengeluaran.
Pada 15 November 2025, sebuah laporan dari Perhimpunan Reumatologi Indonesia (IRA) yang diterbitkan dalam Jurnal Reumatologi Klinik menekankan bahwa penderita harus waspada asam urat terhadap minuman manis. Konsumsi rutin minuman tinggi fruktosa terbukti meningkatkan risiko serangan gout sebesar 60%. Oleh karena itu, bagi yang berisiko, menghentikan konsumsi minuman manis kemasan adalah langkah pencegahan yang sama pentingnya dengan membatasi jeroan.
Peran Ginjal dan Kondisi Medis Lain
Asam urat terbentuk ketika tubuh memecah purin. Sebagian besar asam urat kemudian disaring dan dikeluarkan oleh ginjal. Masalah muncul ketika ginjal tidak bekerja efisien dalam proses ini—bukan hanya karena konsumsi purin yang berlebihan. Oleh karena itu, waspada asam urat juga harus mencakup pengawasan terhadap kesehatan ginjal.
Kondisi medis lain, seperti obesitas, tekanan darah tinggi (hipertensi), dan resistensi insulin, juga sangat terkait dengan peningkatan risiko gout. Obesitas memicu peningkatan produksi asam urat, sementara hipertensi dan penyakit ginjal dapat menghambat pengeluaran asam urat.
Untuk pengelolaan yang efektif, selain diet rendah purin dan menghindari pemicu tersembunyi, penting untuk menjaga berat badan ideal dan mengontrol tekanan darah. Pada 5 Desember 2025, tim medis dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito memulai program edukasi yang mewajibkan pasien gout untuk melakukan skrining rutin fungsi ginjal dan tekanan darah. Tindakan ini memastikan bahwa pasien tidak hanya fokus pada makanan yang dilarang, tetapi juga pada kesehatan metabolisme secara keseluruhan. Dengan pendekatan holistik, serangan asam urat yang menyakitkan dapat diminimalkan.
