Kontrol Porsi Karbohidrat Agar Tidak Cepat Ngantuk Saat Puasa

Menjalankan ibadah puasa sering kali mendatangkan tantangan fisik yang cukup menguras energi, terutama saat harus mengikuti jam pelajaran di sekolah yang panjang. Banyak siswa mengeluhkan rasa kantuk yang tidak tertahankan setelah jam istirahat siang, yang secara langsung mengganggu konsentrasi belajar. RSU Malika Sim, melalui edukasi kesehatannya, menekankan bahwa kunci utama untuk mengatasi masalah ini adalah kontrol porsi karbohidrat saat waktu sahur. Lonjakan energi yang ekstrem akibat konsumsi karbohidrat berlebih dapat menyebabkan tubuh mengalami sugar crash yang memicu kantuk hebat.

Saat kita mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah besar sekaligus, terutama jenis karbohidrat sederhana seperti nasi putih yang terlalu banyak, roti tawar, atau minuman manis, kadar glukosa dalam darah akan meningkat tajam. Sebagai respon alami, tubuh akan melepaskan hormon insulin dalam jumlah besar untuk menyeimbangkan kadar gula darah tersebut. Proses metabolisme yang cepat ini memberikan energi instan, namun tak lama kemudian, kadar gula darah akan turun drastis di bawah normal. Inilah penyebab utama mengapa seseorang merasa sangat lemas dan mengantuk di pertengahan hari.

RSU Malika Sim memberikan tips praktis bagi siswa untuk mengganti sumber karbohidrat mereka dengan jenis yang memiliki indeks glikemik rendah, seperti beras merah, ubi jalar, oat, atau jagung. Karbohidrat kompleks ini dicerna secara perlahan oleh sistem pencernaan, sehingga pasokan glukosa ke dalam aliran darah akan dilepaskan secara bertahap dan konsisten. Dengan cara ini, energi yang dihasilkan akan bertahan lebih lama, membuat siswa tetap segar dan waspada sepanjang hari tanpa perlu merasa takut diserang kantuk yang berlebihan.

Selain pemilihan jenis karbohidrat, saat puasa kita juga harus memperhatikan distribusi porsi makanan. Pembagian porsi makan yang ideal saat sahur adalah mengutamakan protein dan serat, baru kemudian karbohidrat sebagai pelengkap energi. Protein, seperti telur, ikan, atau kacang-kacangan, memberikan rasa kenyang yang lebih lama, sementara serat dari sayur-sayuran membantu melancarkan metabolisme serta mencegah penyerapan gula darah yang terlalu cepat. Dengan menyeimbangkan komposisi piring sahur, kebutuhan energi tubuh akan terpenuhi dengan stabil.

hk pools situs slot healthcare paito hk lotto hk lotto sdy lotto link slot pmtoto situs toto paito hk link gacor