Cacar air, penyakit yang disebabkan oleh Virus Varicella zoster, seringkali dianggap sebagai penyakit anak-anak yang akan sembuh dengan sendirinya. Namun, persepsi ini bisa sangat keliru, sebab cacar air memiliki dampak jangka panjang yang tidak bisa diabaikan dan berpotensi serius bagi kesehatan. Memahami mengapa vaksinasi menjadi sangat penting adalah kunci untuk melindungi diri dan orang terkasih dari konsekuensi yang tidak diinginkan. Sebuah laporan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada bulan April 2025 menyebutkan bahwa kasus herpes zoster pada usia muda meningkat, salah satunya dipicu oleh riwayat cacar air di masa kanak-kanak tanpa vaksinasi.
Salah satu dampak jangka panjang yang paling umum dan seringkali luput dari perhatian adalah risiko herpes zoster atau cacar ular di kemudian hari. Virus Varicella zoster tidak sepenuhnya hilang dari tubuh setelah cacar air sembuh; ia bersembunyi di sistem saraf dan dapat aktif kembali bertahun-tahun kemudian, terutama saat kekebalan tubuh menurun akibat stres, usia tua, atau penyakit lain. Herpes zoster menyebabkan ruam nyeri yang parah dan dapat diikuti oleh nyeri saraf pasca-herpes (post-herpetic neuralgia) yang bisa berlangsung berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Pada sebuah seminar kesehatan yang diadakan di Jakarta pada 15 Juli 2024, seorang ahli neurologi, Dr. Budi Santoso, menjelaskan bahwa nyeri saraf pasca-herpes adalah kondisi kronis yang sangat mengganggu kualitas hidup penderitanya.
Selain herpes zoster, cacar air pada masa kanak-kanak juga dapat menimbulkan dampak jangka panjang berupa jaringan parut permanen pada kulit, terutama jika lepuhan digaruk hingga infeksi. Pada kasus yang lebih jarang namun serius, cacar air dapat menyebabkan komplikasi seperti ensefalitis (radang otak), pneumonia varicella, atau masalah pada ginjal dan hati, terutama pada individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, bayi, dan ibu hamil. Data dari Rumah Sakit Pusat Nasional per Januari 2025 mencatat adanya beberapa kasus komplikasi berat cacar air pada pasien dewasa yang tidak memiliki riwayat vaksinasi.
Mengingat potensi dampak jangka panjang ini, vaksinasi cacar air menjadi sangat penting. Vaksin ini tidak hanya mencegah terjadinya cacar air, tetapi juga secara signifikan mengurangi risiko pengembangan herpes zoster di kemudian hari. Rekomendasi medis umumnya menyarankan dua dosis vaksin cacar air untuk perlindungan optimal, biasanya diberikan pada usia balita dan dosis penguat di kemudian hari. Investasi pada vaksinasi adalah langkah proaktif yang sangat efektif untuk menghindari masalah kesehatan kronis di masa depan, memastikan kualitas hidup yang lebih baik dan lebih sehat.
