Dokter Muda RSU Malika Sim Berbagi Tips: Cara Hindari Burnout Kerja!

Dunia profesional saat ini menuntut produktivitas yang sangat tinggi, yang sering kali berujung pada kelelahan fisik dan mental yang luar biasa. Fenomena ini tidak hanya menyerang pekerja di sektor perkantoran, tetapi juga mereka yang berada di garis depan pelayanan kesehatan. Di tengah situasi tersebut, seorang dokter muda yang bertugas di salah satu rumah sakit ternama mulai menyita perhatian publik melalui edukasi yang ia berikan. Ia melihat bahwa banyak rekan sejawat maupun pasien yang datang dengan keluhan kesehatan yang sebenarnya berakar dari stres kronis akibat beban kerja yang tidak terkendali.

Melalui kehadirannya di RSU Malika Sim, dokter ini aktif melakukan sesi berbagi pengetahuan kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesejahteraan mental di lingkungan profesional. Ia menyadari bahwa banyak orang yang merasa bersalah ketika mereka merasa lelah, padahal kelelahan adalah sinyal alami tubuh yang tidak boleh diabaikan. Dalam sesi tersebut, ia secara khusus berbagi tips mengenai manajemen waktu dan energi. Menurutnya, produktivitas yang sejati bukan berarti bekerja tanpa henti, melainkan kemampuan untuk bekerja secara efektif sambil tetap menjaga kesehatan pikiran dan tubuh agar tetap prima dalam jangka panjang.

Salah satu poin utama yang ia tekankan adalah mengenai cara hindari burnout yang efektif di tengah kesibukan yang padat. Burnout sendiri bukan sekadar rasa lelah biasa, melainkan kondisi kelelahan emosional, fisik, dan mental yang disebabkan oleh stres berkepanjangan. Dokter muda ini menyarankan agar setiap pekerja memiliki batasan yang jelas antara waktu bekerja dan waktu pribadi. Ia menganjurkan praktik “detoks digital” setelah jam kerja usai, di mana seseorang benar-benar menjauhkan diri dari urusan pekerjaan untuk memberikan kesempatan bagi otak untuk beristirahat dan melakukan regenerasi sel saraf yang telah bekerja keras sepanjang hari.

Selain itu, asupan nutrisi dan pola tidur yang teratur juga menjadi kunci yang ia bagikan di RSU Malika Sim. Banyak orang meremehkan kekuatan tidur delapan jam sehari, padahal itulah saat di mana tubuh melakukan perbaikan mandiri. Dokter ini juga mengingatkan pentingnya hobi atau aktivitas luar ruangan yang bisa menjadi katarsis bagi emosi yang terpendam. Menjalani rutinitas yang monoton tanpa adanya variasi aktivitas yang menyenangkan dapat mempercepat terjadinya stres kerja. Oleh karena itu, menyempatkan waktu untuk berolahraga ringan atau sekadar berkumpul dengan keluarga adalah investasi kesehatan yang sangat berharga.